mui sumbar
Kamis, 24 Oktober 2019

Buya Gusrizal: Berawal dari Cinta Dunia, Terpuruk Dalam Kesesatan



Buya Gusrizal Gazahar dt palimo basa

PADANG -- Tiga serangkai perbuatan durjana, telah dijelaskan oleh Allah swt dalam firman-Nya:

{الَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ}

"(yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh". (QS. Ibrahim 14:3)

Bermula dari jatuh cinta kepada dunia melebihi dari cinta kepada akhirat, ternyata manusia durjana tidak merasa puas walaupun telah bersimaharajalela "menyungkahinya".

Melihat orang-orang yang berjalan di jalan Allah swt, sangat menggelisahkan hati mereka sehingga berbagai cara akan mereka tempuh untuk menghalang dan menghadang dengan segala potensi duniawi yang mereka miliki. Itulah yang disebut oleh Allah swt:

وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ
"Dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah".

Bila mereka belum juga berhasil maka langkah ketiga adalah membengkokkan atau membelokkan jalan Allah swt sehingga mereka yang berjalan di jalan itu merasa masih berada di atas kebenaran padahal sudah beralih tujuan.
Allah swt mengungkapkan cara mereka itu dengan kalimat:
وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ
"Dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok".

Membuat kabur yang terang, mencampuradukkan hak dan bathil, menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal bahkan sampai melarang membicarakan kebenaran dan memberikan fasilitas kepada orang-orang yang menyuarakan kebathilan serta penodaan terhadap Islam, adalah cara-cara yang biasa mereka lakukan.

Melihat dahsyatnya kedurjanaan yang mereka perbuat, patut sekali Allah swt menetapkan posisi keberadaan mereka yaitu sangat jauh terpuruk dalam kesesatan
(فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ)
Semoga Allah swt melindungi kita dari tiga perbuatan durjana tersebut.
Aamiin.
Wallahu alam.

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi

Share :

facebook twitter google+ whatsapp


Lainnya :

  • Ketum MUI Sumbar: Rakyat yang Matang dengan Penderitaan
  • Pantaskan Dirimu Terima Rahmat Allah
  • Orang-orangan Sawah pun Masih Tergerak
  • Tak Ada Gunanya Sanjungan Manusia Dengan Mengundang Kutukan Allah Swt
  • Buya Gusrizal: Peringatan Sudah Lama Sampai
  • Buya Gusrizal: Kepala Yang Luka, Kok Lutut Yang Diperban
  • Buya Gusrizal Dt. Palimo Basa: Jadilah Solusi, Jangan Menambah Beban
  • Mantel Syaithan adalah Saat...
  • Habibie Meninggal Dunia, Ketum MUI Sumbar Sampaikan Ungkapan Duka Cita
  • Ketum MUI Sumbar : Halal-Haram adalah Prinsip Hidup Orang Minangkabau
  • MUI SUMATERA BARAT
    Situs Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Barat
    Komplek Masjid Agung Nurul Iman, Jalan Imam Bonjol, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Telepon/Fax: (0751) 811599, (0751) 8956213. Email: muisumbar95@gmail.com, lppom.muisumbar@gmail.com
    Desktop Version